• Drama Kolosal SMAN 11 SURABAYA

    SMAN 11 Surabaya ikut memeriahkan HUT RI ke-71 dengan lomba-lomba yang diikuti seluruh siswa dan guru, dan juga mengadakan Jalan sehat. Selain itu SMAN 11 Surabaya juga menampilkan drama kolosal disela - sela pengundian kupon jalan sehat. Drama kolosal yang dibawakan adalah

    Peristiwa Pertempuran 10 November
    Kira-kira seperti ini jalan ceritanya

     

    Saat warga Surabaya  sedang melakukan aktivitas sehari-hari.



    Tiba – tiba terdengar suara pesawat, dan semua orang berkumpul.



    Ternyata pasukan belanda lewat dan warga Surabaya menggira bahwa belanda akan meninggalkan indonesia dan indonesia merdeka. 



    Penduduk desa sedang mendengarkan radio  bersama-sama.



    Ternyata pemberitahuan di radio bahwa seluruh rakyat indonesia bisa menggibarkan bendera Merah Putih.



    Rakyat indonesia senang dan warga Surabaya segera mengibarkan bendera ditiang – tiang.



     W.V.Ch.Ploegman memerintahkan pasukannya untuk menurunkan bendera Merah Putih di atas Hotel Yamato dan menggantinya dengan bendera Belanda.









    Sidik dan Hariyono yang melihat bahwa bendera Belanda berkibar di atas Hotel Yamato, kemudian warga surabaya berbondong-bondong datang untuk melihatnya. Warga Surabaya tidak terima.










    Ploegman tewas dicekik oleh sidik yang kemudian tewas oleh tentara belanda yang mendengar letusan pistol ploegman , sementara Hariyono melarikan diri keluar dari wilayah Hotel Yamato.









    Sebagian pemuda berebut naik keatas Hotel Yamato untuk menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan kembali menjadi bendera Merah Putih.






    Proses penembakan Jendral Mallaby di Jembatan Merah.






















    Pemberian batas ultimatum oleh Jendral Eric Robert Manserg (pengganti Mallaby) meminta Indonesia untuk menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan.



















    Pihak Indonesia menolak karena dianggap sebagai penghinaan dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) telah dibentuk.






    Para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh dalam menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga bisa menghadapi pertempuran.






    Pertempuran berdarah di Surabaya telah menggerakkan perlawanan rakyat seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.






    Acara ditutup dengan menyayikan Lagu Indonesia Raya. 


    Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.


  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.